Ketuk nomor ayat di ujung ayat untuk memutar dari ayat itu.
Siap diputar
الجزء ١٦
٢٠
سورة طه
مكية
سورة طه
وآياتها
١٣٥

SURAH TAHA

Tha-Ha · Latin dan Arti Bahasa Indonesia
135 Ayat · Makkiyyah · Juz 16

Surah Taha (“Tha-Ha”) adalah surah ke-20 dalam Al-Qur’an, tergolong Makkiyyah, terdiri dari 135 ayat dan dimulai di Juz 16. Halaman ini menampilkan teks Arab dengan tajwid berwarna, transliterasi Latin, dan terjemahan Bahasa Indonesia (Kemenag RI), dilengkapi audio murottal yang menyorot kata demi kata.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
bismillaahir-rahmaanir-rahiim
١
Ayat
طه١
tta-ha
Artinya: Ṭāhā.
٢
Ayat
مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ٢
mā anzalnā ʿalayka l-qur'āna litashqā
Artinya: Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;
٣
Ayat
إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ٣
illā tadhkiratan liman yakhshā
Artinya: melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
٤
Ayat
تَنزِيلاً مِّمَّنْ خَلَقَ ٱلْأَرْضَ وَٱلسَّمَـٰوَٲتِ ٱلْعُلَى٤
tanzīlan mimman khalaqa l-arḍa wal-samāwāti l-ʿulā
Artinya: diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,
٥
Ayat
ٱلرَّحْمَـٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ ٱسْتَوَىٰ٥
al-raḥmānu ʿalā l-ʿarshi is'tawā
Artinya: (yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas Arasy.
٦
Ayat
لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ ٱلثَّرَىٰ٦
lahu mā fī l-samāwāti wamā fī l-arḍi wamā baynahumā wamā taḥta l-tharā
Artinya: Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.
٧
Ayat
وَإِن تَجْهَرْ بِٱلْقَوْلِ فَإِنَّهُۥ يَعْلَمُ ٱلسِّرَّ وَأَخْفَى٧
wa-in tajhar bil-qawli fa-innahu yaʿlamu l-sira wa-akhfā
Artinya: Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.
٨
Ayat
ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ٨
al-lahu lā ilāha illā huwa lahu l-asmāu l-ḥus'nā
Artinya: (Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.
٩
Ayat
وَهَلْ أَتَـٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ٩
wahal atāka ḥadīthu mūsā
Artinya: Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?
١٠
Ayat
إِذْ رَءَا نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ ٱمْكُثُوٓاْ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا لَّعَلِّىٓ ءَاتِيكُم مِّنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى ٱلنَّارِ هُدًى١٠
idh raā nāran faqāla li-ahlihi um'kuthū innī ānastu nāran laʿallī ātīkum min'hā biqabasin aw ajidu ʿalā l-nāri hudan
Artinya: Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, "Tinggallah kamu (disini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu."
١١
Ayat
فَلَمَّآ أَتَـٰهَا نُودِىَ يَـٰمُوسَىٰٓ١١
falammā atāhā nūdiya yāmūsā
Artinya: Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, "Wahai Musa!
١٢
Ayat
إِنِّىٓ أَنَا۟ رَبُّكَ فَٱخْلَعْ نَعْلَيْكَ‌ۖ إِنَّكَ بِٱلْوَادِ ٱلْمُقَدَّسِ طُوًى١٢
innī anā rabbuka fa-ikh'laʿ naʿlayka innaka bil-wādi l-muqadasi ṭuwan
Artinya: Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Ṭuwā.
١٣
Ayat
وَأَنَا ٱخْتَرْتُكَ فَٱسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰٓ١٣
wa-anā ikh'tartuka fa-is'tamiʿ limā yūḥā
Artinya: Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
١٤
Ayat
إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۟ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٲةَ لِذِكْرِىٓ١٤
innanī anā l-lahu lā ilāha illā anā fa-uʿ'bud'nī wa-aqimi l-ṣalata lidhik'rī
Artinya: Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.
١٥
Ayat
إِنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسِۭ بِمَا تَسْعَىٰ١٥
inna l-sāʿata ātiyatun akādu ukh'fīhā lituj'zā kullu nafsin bimā tasʿā
Artinya: Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.
١٦
Ayat
فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَن لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَٱتَّبَعَ هَوَٮٰهُ فَتَرْدَىٰ١٦
falā yaṣuddannaka ʿanhā man lā yu'minu bihā wa-ittabaʿa hawāhu fatardā
Artinya: Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa."
١٧
Ayat
وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَـٰمُوسَىٰ١٧
wamā til'ka biyamīnika yāmūsā
Artinya: "Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?"
١٨
Ayat
قَالَ هِىَ عَصَاىَ أَتَوَكَّؤُاْ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِى وَلِىَ فِيهَا مَـَٔـارِبُ أُخْرَىٰ١٨
qāla hiya ʿaṣāya atawakka-u ʿalayhā wa-ahushu bihā ʿalā ghanamī waliya fīhā maāribu ukh'rā
Artinya: Dia (Musa) berkata, "Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain."
١٩
Ayat
قَالَ أَلْقِهَا يَـٰمُوسَىٰ١٩
qāla alqihā yāmūsā
Artinya: Dia (Allah) berfirman, "Lemparkanlah ia, wahai Musa!"
٢٠
Ayat
فَأَلْقَـٰهَا فَإِذَا هِىَ حَيَّةٌ تَسْعَىٰ٢٠
fa-alqāhā fa-idhā hiya ḥayyatun tasʿā
Artinya: Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
٢١
Ayat
قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ‌ۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا ٱلْأُولَىٰ٢١
qāla khudh'hā walā takhaf sanuʿīduhā sīratahā l-ūlā
Artinya: Dia (Allah) berfirman, "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,
٢٢
Ayat
وَٱضْمُمْ يَدَكَ إِلَىٰ جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍ ءَايَةً أُخْرَىٰ٢٢
wa-uḍ'mum yadaka ilā janāḥika takhruj bayḍāa min ghayri sūin āyatan ukh'rā
Artinya: dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia ke luar menjadi putih (bercahaya) tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain,
٢٣
Ayat
لِنُرِيَكَ مِنْ ءَايَـٰتِنَا ٱلْكُبْرَى٢٣
linuriyaka min āyātinā l-kub'rā
Artinya: untuk Kami perlihatkan kepadamu (sebagian) dari tanda-tanda kebesaran Kami yang sangat besar.
٢٤
Ayat
ٱذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ٢٤
idh'hab ilā fir'ʿawna innahu ṭaghā
Artinya: Pergilah kepada Fir'aun; dia benar-benar telah melampaui batas."
٢٥
Ayat
قَالَ رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى٢٥
qāla rabbi ish'raḥ lī ṣadrī
Artinya: Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,
٢٦
Ayat
وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى٢٦
wayassir lī amrī
Artinya: dan mudahkanlah untukku urusanku,
٢٧
Ayat
وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى٢٧
wa-uḥ'lul ʿuq'datan min lisānī
Artinya: dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
٢٨
Ayat
يَفْقَهُواْ قَوْلِى٢٨
yafqahū qawlī
Artinya: agar mereka mengerti perkataanku,
٢٩
Ayat
وَٱجْعَل لِّى وَزِيرًا مِّنْ أَهْلِى٢٩
wa-ij'ʿal lī wazīran min ahlī
Artinya: dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
٣٠
Ayat
هَـٰرُونَ أَخِى٣٠
hārūna akhī
Artinya: (yaitu) Harun, saudaraku,
٣١
Ayat
ٱشْدُدْ بِهِۦٓ أَزْرِى٣١
ush'dud bihi azrī
Artinya: teguhkanlah kekuatanku dengan (keberadaan) dia,
٣٢
Ayat
وَأَشْرِكْهُ فِىٓ أَمْرِى٣٢
wa-ashrik'hu fī amrī
Artinya: dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,
٣٣
Ayat
كَىْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا٣٣
kay nusabbiḥaka kathīran
Artinya: agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
٣٤
Ayat
وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا٣٤
wanadhkuraka kathīran
Artinya: dan banyak mengingat-Mu,
٣٥
Ayat
إِنَّكَ كُنتَ بِنَا بَصِيرًا٣٥
innaka kunta binā baṣīran
Artinya: sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami."
٣٦
Ayat
قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَـٰمُوسَىٰ٣٦
qāla qad ūtīta su'laka yāmūsā
Artinya: Dia (Allah) berfirman, "Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa!
٣٧
Ayat
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَىٰٓ٣٧
walaqad manannā ʿalayka marratan ukh'rā
Artinya: Dan sungguh, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini),
٣٨
Ayat
إِذْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّكَ مَا يُوحَىٰٓ٣٨
idh awḥaynā ilā ummika mā yūḥā
Artinya: (yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan,
٣٩
Ayat
أَنِ ٱقْذِفِيهِ فِى ٱلتَّابُوتِ فَٱقْذِفِيهِ فِى ٱلْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ ٱلْيَمُّ بِٱلسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّى وَعَدُوٌّ لَّهُۥ‌ۚ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّى وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِىٓ٣٩
ani iq'dhifīhi fī l-tābūti fa-iq'dhifīhi fī l-yami falyul'qihi l-yamu bil-sāḥili yakhudh'hu ʿaduwwun lī waʿaduwwun lahu wa-alqaytu ʿalayka maḥabbatan minnī walituṣ'naʿa ʿalā ʿaynī
Artinya: (yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
٤٠
Ayat
إِذْ تَمْشِىٓ أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ مَن يَكْفُلُهُۥ‌ۖ فَرَجَعْنَـٰكَ إِلَىٰٓ أُمِّكَ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ‌ۚ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنَـٰكَ مِنَ ٱلْغَمِّ وَفَتَنَّـٰكَ فُتُونًا‌ۚ فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِىٓ أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَىٰ قَدَرٍ يَـٰمُوسَىٰ٤٠
idh tamshī ukh'tuka fataqūlu hal adullukum ʿalā man yakfuluhu farajaʿnāka ilā ummika kay taqarra ʿaynuhā walā taḥzana waqatalta nafsan fanajjaynāka mina l-ghami wafatannāka futūnan falabith'ta sinīna fī ahli madyana thumma ji'ta ʿalā qadarin yāmūsā
Artinya: (Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir'aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan,
٤١
Ayat
وَٱصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِى٤١
wa-iṣ'ṭanaʿtuka linafsī
Artinya: dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku.
٤٢
Ayat
ٱذْهَبْ أَنتَ وَأَخُوكَ بِـَٔـايَـٰتِى وَلَا تَنِيَا فِى ذِكْرِى٤٢
idh'hab anta wa-akhūka biāyātī walā taniyā fī dhik'rī
Artinya: Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;
٤٣
Ayat
ٱذْهَبَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ٤٣
idh'habā ilā fir'ʿawna innahu ṭaghā
Artinya: pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;
٤٤
Ayat
فَقُولَا لَهُۥ قَوْلاً لَّيِّنًا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ٤٤
faqūlā lahu qawlan layyinan laʿallahu yatadhakkaru aw yakhshā
Artinya: maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut."
٤٥
Ayat
قَالَا رَبَّنَآ إِنَّنَا نَخَافُ أَن يَفْرُطَ عَلَيْنَآ أَوْ أَن يَطْغَىٰ٤٥
qālā rabbanā innanā nakhāfu an yafruṭa ʿalaynā aw an yaṭghā
Artinya: Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,"
٤٦
Ayat
قَالَ لَا تَخَافَآ‌ۖ إِنَّنِى مَعَكُمَآ أَسْمَعُ وَأَرَىٰ٤٦
qāla lā takhāfā innanī maʿakumā asmaʿu wa-arā
Artinya: Dia (Allah) berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.
٤٧
Ayat
فَأْتِيَاهُ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولَا رَبِّكَ فَأَرْسِلْ مَعَنَا بَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ وَلَا تُعَذِّبْهُمْ‌ۖ قَدْ جِئْنَـٰكَ بِـَٔـايَةٍ مِّن رَّبِّكَ‌ۖ وَٱلسَّلَـٰمُ عَلَىٰ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلْهُدَىٰٓ٤٧
fatiyāhu faqūlā innā rasūlā rabbika fa-arsil maʿanā banī is'rāīla walā tuʿadhib'hum qad ji'nāka biāyatin min rabbika wal-salāmu ʿalā mani ittabaʿa l-hudā
Artinya: Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah, "Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
٤٨
Ayat
إِنَّا قَدْ أُوحِىَ إِلَيْنَآ أَنَّ ٱلْعَذَابَ عَلَىٰ مَن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ٤٨
innā qad ūḥiya ilaynā anna l-ʿadhāba ʿalā man kadhaba watawallā
Artinya: Sungguh telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak memperdulikannya)."
٤٩
Ayat
قَالَ فَمَن رَّبُّكُمَا يَـٰمُوسَىٰ٤٩
qāla faman rabbukumā yāmūsā
Artinya: Dia (Fir'aun) berkata, "Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?"
٥٠
Ayat
قَالَ رَبُّنَا ٱلَّذِىٓ أَعْطَىٰ كُلَّ شَىْءٍ خَلْقَهُۥ ثُمَّ هَدَىٰ٥٠
qāla rabbunā alladhī aʿṭā kulla shayin khalqahu thumma hadā
Artinya: Dia (Musa) menjawab, "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk."
٥١
Ayat
قَالَ فَمَا بَالُ ٱلْقُرُونِ ٱلْأُولَىٰ٥١
qāla famā bālu l-qurūni l-ūlā
Artinya: Dia (Fir'aun) berkata, "Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?"
٥٢
Ayat
قَالَ عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى فِى كِتَـٰبٍ‌ۖ لَّا يَضِلُّ رَبِّى وَلَا يَنسَى٥٢
qāla ʿil'muhā ʿinda rabbī fī kitābin lā yaḍillu rabbī walā yansā
Artinya: Dia (Musa) menjawab, "Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam suatu Kitab (lauḥ Maḥfūẓ), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;
٥٣
Ayat
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ مَهْدًا وَسَلَكَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلاً وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٲجًا مِّن نَّبَاتٍ شَتَّىٰ٥٣
alladhī jaʿala lakumu l-arḍa mahdan wasalaka lakum fīhā subulan wa-anzala mina l-samāi māan fa-akhrajnā bihi azwājan min nabātin shattā
Artinya: (Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit." Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.
٥٤
Ayat
كُلُواْ وَٱرْعَوْاْ أَنْعَـٰمَكُمْ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّأُوْلِى ٱلنُّهَىٰ٥٤
kulū wa-ir'ʿaw anʿāmakum inna fī dhālika laāyātin li-ulī l-nuhā
Artinya: Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.
٥٥
Ayat
۞ مِنْهَا خَلَقْنَـٰكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ٥٥
min'hā khalaqnākum wafīhā nuʿīdukum wamin'hā nukh'rijukum tāratan ukh'rā
Artinya: Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.
٥٦
Ayat
وَلَقَدْ أَرَيْنَـٰهُ ءَايَـٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَأَبَىٰ٥٦
walaqad araynāhu āyātinā kullahā fakadhaba wa-abā
Artinya: Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya, ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
٥٧
Ayat
قَالَ أَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ أَرْضِنَا بِسِحْرِكَ يَـٰمُوسَىٰ٥٧
qāla aji'tanā litukh'rijanā min arḍinā bisiḥ'rika yāmūsā
Artinya: Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?
٥٨
Ayat
فَلَنَأْتِيَنَّكَ بِسِحْرٍ مِّثْلِهِۦ فَٱجْعَلْ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ مَوْعِدًا لَّا نُخْلِفُهُۥ نَحْنُ وَلَآ أَنتَ مَكَانًا سُوًى٥٨
falanatiyannaka bisiḥ'rin mith'lihi fa-ij'ʿal baynanā wabaynaka mawʿidan lā nukh'lifuhu naḥnu walā anta makānan suwan
Artinya: Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang terbuka."
٥٩
Ayat
قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ ٱلزِّينَةِ وَأَن يُحْشَرَ ٱلنَّاسُ ضُحًى٥٩
qāla mawʿidukum yawmu l-zīnati wa-an yuḥ'shara l-nāsu ḍuḥan
Artinya: Dia (Musa) berkata, "(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha)."
٦٠
Ayat
فَتَوَلَّىٰ فِرْعَوْنُ فَجَمَعَ كَيْدَهُۥ ثُمَّ أَتَىٰ٦٠
fatawallā fir'ʿawnu fajamaʿa kaydahu thumma atā
Artinya: Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali (pada hari yang ditentukan).
٦١
Ayat
قَالَ لَهُم مُّوسَىٰ وَيْلَكُمْ لَا تَفْتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا فَيُسْحِتَكُم بِعَذَابٍ‌ۖ وَقَدْ خَابَ مَنِ ٱفْتَرَىٰ٦١
qāla lahum mūsā waylakum lā taftarū ʿalā l-lahi kadhiban fayus'ḥitakum biʿadhābin waqad khāba mani if'tarā
Artinya: Musa berkata kepada mereka (para pesihir), "Celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kamu dengan azab." Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kebohongan.
٦٢
Ayat
فَتَنَـٰزَعُوٓاْ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّجْوَىٰ٦٢
fatanāzaʿū amrahum baynahum wa-asarrū l-najwā
Artinya: Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
٦٣
Ayat
قَالُوٓاْ إِنْ هَـٰذَٲنِ لَسَـٰحِرَٲنِ يُرِيدَانِ أَن يُخْرِجَاكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ ٱلْمُثْلَىٰ٦٣
qālū in hādhāni lasāḥirāni yurīdāni an yukh'rijākum min arḍikum bisiḥ'rihimā wayadhhabā biṭarīqatikumu l-muth'lā
Artinya: Mereka (para pesihir) berkata, "Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir'aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama.
٦٤
Ayat
فَأَجْمِعُواْ كَيْدَكُمْ ثُمَّ ٱئْتُواْ صَفًّا‌ۚ وَقَدْ أَفْلَحَ ٱلْيَوْمَ مَنِ ٱسْتَعْلَىٰ٦٤
fa-ajmiʿū kaydakum thumma i'tū ṣaffan waqad aflaḥa l-yawma mani is'taʿlā
Artinya: Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sungguh beruntung orang yang menang pada hari ini."
٦٥
Ayat
قَالُواْ يَـٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَىٰ٦٥
qālū yāmūsā immā an tul'qiya wa-immā an nakūna awwala man alqā
Artinya: Mereka berkata, "Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?"
٦٦
Ayat
قَالَ بَلْ أَلْقُواْ‌ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ٦٦
qāla bal alqū fa-idhā ḥibāluhum waʿiṣiyyuhum yukhayyalu ilayhi min siḥ'rihim annahā tasʿā
Artinya: Dia (Musa) berkata, "Silakan kamu melemparkan!" Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka.
٦٧
Ayat
فَأَوْجَسَ فِى نَفْسِهِۦ خِيفَةً مُّوسَىٰ٦٧
fa-awjasa fī nafsihi khīfatan mūsā
Artinya: Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
٦٨
Ayat
قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْأَعْلَىٰ٦٨
qul'nā lā takhaf innaka anta l-aʿlā
Artinya: Kami berfirman, "Jangan takut! Sungguh, engkaulah yang unggul (menang).
٦٩
Ayat
وَأَلْقِ مَا فِى يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوٓاْ‌ۖ إِنَّمَا صَنَعُواْ كَيْدُ سَـٰحِرٍ‌ۖ وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ٦٩
wa-alqi mā fī yamīnika talqaf mā ṣanaʿū innamā ṣanaʿū kaydu sāḥirin walā yuf'liḥu l-sāḥiru ḥaythu atā
Artinya: Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang."
٧٠
Ayat
فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ هَـٰرُونَ وَمُوسَىٰ٧٠
fa-ul'qiya l-saḥaratu sujjadan qālū āmannā birabbi hārūna wamūsā
Artinya: Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, "Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa."
٧١
Ayat
قَالَ ءَامَنتُمْ لَهُۥ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ‌ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِى عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحْرَ‌ۖ فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَـٰفٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِى جُذُوعِ ٱلنَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَآ أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَىٰ٧١
qāla āmantum lahu qabla an ādhana lakum innahu lakabīrukumu alladhī ʿallamakumu l-siḥ'ra fala-uqaṭṭiʿanna aydiyakum wa-arjulakum min khilāfin wala-uṣallibannakum fī judhūʿi l-nakhli walataʿlamunna ayyunā ashaddu ʿadhāban wa-abqā
Artinya: Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya."
٧٢
Ayat
قَالُواْ لَن نُّؤْثِرَكَ عَلَىٰ مَا جَآءَنَا مِنَ ٱلْبَيِّنَـٰتِ وَٱلَّذِى فَطَرَنَا‌ۖ فَٱقْضِ مَآ أَنتَ قَاضٍ‌ۖ إِنَّمَا تَقْضِى هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٲةَ ٱلدُّنْيَآ٧٢
qālū lan nu'thiraka ʿalā mā jāanā mina l-bayināti wa-alladhī faṭaranā fa-iq'ḍi mā anta qāḍin innamā taqḍī hādhihi l-ḥayata l-dun'yā
Artinya: Mereka (para pesihir) berkata, "Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.
٧٣
Ayat
إِنَّآ ءَامَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغْفِرَ لَنَا خَطَـٰيَـٰنَا وَمَآ أَكْرَهْتَنَا عَلَيْهِ مِنَ ٱلسِّحْرِ‌ۗ وَٱللَّهُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ٧٣
innā āmannā birabbinā liyaghfira lanā khaṭāyānā wamā akrahtanā ʿalayhi mina l-siḥ'ri wal-lahu khayrun wa-abqā
Artinya: Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)."
٧٤
Ayat
إِنَّهُۥ مَن يَأْتِ رَبَّهُۥ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُۥ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ٧٤
innahu man yati rabbahu muj'riman fa-inna lahu jahannama lā yamūtu fīhā walā yaḥyā
Artinya: Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (untuk dapat bertobat).
٧٥
Ayat
وَمَن يَأْتِهِۦ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَأُوْلَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَـٰتُ ٱلْعُلَىٰ٧٥
waman yatihi mu'minan qad ʿamila l-ṣāliḥāti fa-ulāika lahumu l-darajātu l-ʿulā
Artinya: Tetapi barangsiapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),
٧٦
Ayat
جَنَّـٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۚ وَذَٲلِكَ جَزَآءُ مَن تَزَكَّىٰ٧٦
jannātu ʿadnin tajrī min taḥtihā l-anhāru khālidīna fīhā wadhālika jazāu man tazakkā
Artinya: (yaitu) surga-surga Aden, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri.
٧٧
Ayat
وَلَقَدْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِى فَٱضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِى ٱلْبَحْرِ يَبَسًا لَّا تَخَـٰفُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَىٰ٧٧
walaqad awḥaynā ilā mūsā an asri biʿibādī fa-iḍ'rib lahum ṭarīqan fī l-baḥri yabasan lā takhāfu darakan walā takhshā
Artinya: Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam)."
٧٨
Ayat
فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِهِۦ فَغَشِيَهُم مِّنَ ٱلْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ٧٨
fa-atbaʿahum fir'ʿawnu bijunūdihi faghashiyahum mina l-yami mā ghashiyahum
Artinya: Kemudian Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.
٧٩
Ayat
وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُۥ وَمَا هَدَىٰ٧٩
wa-aḍalla fir'ʿawnu qawmahu wamā hadā
Artinya: Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.
٨٠
Ayat
يَـٰبَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ قَدْ أَنجَيْنَـٰكُم مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوَٲعَدْنَـٰكُمْ جَانِبَ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ٨٠
yābanī is'rāīla qad anjaynākum min ʿaduwwikum wawāʿadnākum jāniba l-ṭūri l-aymana wanazzalnā ʿalaykumu l-mana wal-salwā
Artinya: Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu manna dan salwā.
٨١
Ayat
كُلُواْ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا رَزَقْنَـٰكُمْ وَلَا تَطْغَوْاْ فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِى‌ۖ وَمَن يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِى فَقَدْ هَوَىٰ٨١
kulū min ṭayyibāti mā razaqnākum walā taṭghaw fīhi fayaḥilla ʿalaykum ghaḍabī waman yaḥlil ʿalayhi ghaḍabī faqad hawā
Artinya: Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia.
٨٢
Ayat
وَإِنِّى لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًا ثُمَّ ٱهْتَدَىٰ٨٢
wa-innī laghaffārun liman tāba waāmana waʿamila ṣāliḥan thumma ih'tadā
Artinya: Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.
٨٣
Ayat
۞ وَمَآ أَعْجَلَكَ عَن قَوْمِكَ يَـٰمُوسَىٰ٨٣
wamā aʿjalaka ʿan qawmika yāmūsā
Artinya: "Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?"
٨٤
Ayat
قَالَ هُمْ أُوْلَآءِ عَلَىٰٓ أَثَرِى وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ٨٤
qāla hum ulāi ʿalā atharī waʿajil'tu ilayka rabbi litarḍā
Artinya: Dia (Musa) berkata, "Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)."
٨٥
Ayat
قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنۢ بَعْدِكَ وَأَضَلَّهُمُ ٱلسَّامِرِىُّ٨٥
qāla fa-innā qad fatannā qawmaka min baʿdika wa-aḍallahumu l-sāmiriyu
Artinya: Dia (Allah) berfirman, "Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri."
٨٦
Ayat
فَرَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوْمِهِۦ غَضْبَـٰنَ أَسِفًا‌ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ أَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا‌ۚ أَفَطَالَ عَلَيْكُمُ ٱلْعَهْدُ أَمْ أَرَدتُّمْ أَن يَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَخْلَفْتُم مَّوْعِدِى٨٦
farajaʿa mūsā ilā qawmihi ghaḍbāna asifan qāla yāqawmi alam yaʿid'kum rabbukum waʿdan ḥasanan afaṭāla ʿalaykumu l-ʿahdu am aradttum an yaḥilla ʿalaykum ghaḍabun min rabbikum fa-akhlaftum mawʿidī
Artinya: Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Dia (Musa) berkata, "Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu, mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?"
٨٧
Ayat
قَالُواْ مَآ أَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَا وَلَـٰكِنَّا حُمِّلْنَآ أَوْزَارًا مِّن زِينَةِ ٱلْقَوْمِ فَقَذَفْنَـٰهَا فَكَذَٲلِكَ أَلْقَى ٱلسَّامِرِىُّ٨٧
qālū mā akhlafnā mawʿidaka bimalkinā walākinnā ḥummil'nā awzāran min zīnati l-qawmi faqadhafnāhā fakadhālika alqā l-sāmiriyu
Artinya: Mereka berkata, "Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir'aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya,
٨٨
Ayat
فَأَخْرَجَ لَهُمْ عِجْلاً جَسَدًا لَّهُۥ خُوَارٌ فَقَالُواْ هَـٰذَآ إِلَـٰهُكُمْ وَإِلَـٰهُ مُوسَىٰ فَنَسِىَ٨٨
fa-akhraja lahum ʿij'lan jasadan lahu khuwārun faqālū hādhā ilāhukum wa-ilāhu mūsā fanasiya
Artinya: kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka, maka mereka berkata, "Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa."
٨٩
Ayat
أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْلاً وَلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا٨٩
afalā yarawna allā yarjiʿu ilayhim qawlan walā yamliku lahum ḍarran walā nafʿan
Artinya: Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat untuk mereka?
٩٠
Ayat
وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هَـٰرُونُ مِن قَبْلُ يَـٰقَوْمِ إِنَّمَا فُتِنتُم بِهِۦ‌ۖ وَإِنَّ رَبَّكُمُ ٱلرَّحْمَـٰنُ فَٱتَّبِعُونِى وَأَطِيعُوٓاْ أَمْرِى٩٠
walaqad qāla lahum hārūnu min qablu yāqawmi innamā futintum bihi wa-inna rabbakumu l-raḥmānu fa-ittabiʿūnī wa-aṭīʿū amrī
Artinya: Dan sungguh, sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka, "Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekedar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku!"
٩١
Ayat
قَالُواْ لَن نَّبْرَحَ عَلَيْهِ عَـٰكِفِينَ حَتَّىٰ يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَىٰ٩١
qālū lan nabraḥa ʿalayhi ʿākifīna ḥattā yarjiʿa ilaynā mūsā
Artinya: Mereka menjawab, "Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) sampai Musa kembali kepada kami."
٩٢
Ayat
قَالَ يَـٰهَـٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَهُمْ ضَلُّوٓاْ٩٢
qāla yāhārūnu mā manaʿaka idh ra-aytahum ḍallū
Artinya: Dia (Musa) berkata, "Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat,
٩٣
Ayat
أَلَّا تَتَّبِعَنِ‌ۖ أَفَعَصَيْتَ أَمْرِى٩٣
allā tattabiʿani afaʿaṣayta amrī
Artinya: (sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?"
٩٤
Ayat
قَالَ يَبْنَؤُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِى وَلَا بِرَأْسِىٓ‌ۖ إِنِّى خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِى٩٤
qāla yabna-umma lā takhudh biliḥ'yatī walā birasī innī khashītu an taqūla farraqta bayna banī is'rāīla walam tarqub qawlī
Artinya: Dia (Harun) menjawab, "Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), "Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku."
٩٥
Ayat
قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يَـٰسَـٰمِرِىُّ٩٥
qāla famā khaṭbuka yāsāmiriyyu
Artinya: Dia (Musa) berkata, "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?"
٩٦
Ayat
قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُواْ بِهِۦ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِّنْ أَثَرِ ٱلرَّسُولِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذَٲلِكَ سَوَّلَتْ لِى نَفْسِى٩٦
qāla baṣur'tu bimā lam yabṣurū bihi faqabaḍtu qabḍatan min athari l-rasūli fanabadhtuhā wakadhālika sawwalat lī nafsī
Artinya: Dia (Samiri) menjawab, "Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku."
٩٧
Ayat
قَالَ فَٱذْهَبْ فَإِنَّ لَكَ فِى ٱلْحَيَوٲةِ أَن تَقُولَ لَا مِسَاسَ‌ۖ وَإِنَّ لَكَ مَوْعِدًا لَّن تُخْلَفَهُۥ‌ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰٓ إِلَـٰهِكَ ٱلَّذِى ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا‌ۖ لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ ثُمَّ لَنَنسِفَنَّهُۥ فِى ٱلْيَمِّ نَسْفًا٩٧
qāla fa-idh'hab fa-inna laka fī l-ḥayati an taqūla lā misāsa wa-inna laka mawʿidan lan tukh'lafahu wa-unẓur ilā ilāhika alladhī ẓalta ʿalayhi ʿākifan lanuḥarriqannahu thumma lanansifannahu fī l-yami nasfan
Artinya: Dia (Musa) berkata, "Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan, ‘Janganlah menyentuh (aku)’! Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak mungkin engkau hindari, dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan).
٩٨
Ayat
إِنَّمَآ إِلَـٰهُكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۚ وَسِعَ كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا٩٨
innamā ilāhukumu l-lahu alladhī lā ilāha illā huwa wasiʿa kulla shayin ʿil'man
Artinya: Sungguh, Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu."
٩٩
Ayat
كَذَٲلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ مَا قَدْ سَبَقَ‌ۚ وَقَدْ ءَاتَيْنَـٰكَ مِن لَّدُنَّا ذِكْرًا٩٩
kadhālika naquṣṣu ʿalayka min anbāi mā qad sabaqa waqad ātaynāka min ladunnā dhik'ran
Artinya: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Alquran) dari sisi Kami.
١٠٠
Ayat
مَّنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُۥ يَحْمِلُ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وِزْرًا١٠٠
man aʿraḍa ʿanhu fa-innahu yaḥmilu yawma l-qiyāmati wiz'ran
Artinya: Barang siapa berpaling darinya (Alquran), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari Kiamat,
١٠١
Ayat
خَـٰلِدِينَ فِيهِ‌ۖ وَسَآءَ لَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ حِمْلاً١٠١
khālidīna fīhi wasāa lahum yawma l-qiyāmati ḥim'lan
Artinya: mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari Kiamat,
١٠٢
Ayat
يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ‌ۚ وَنَحْشُرُ ٱلْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا١٠٢
yawma yunfakhu fī l-ṣūri wanaḥshuru l-muj'rimīna yawma-idhin zur'qan
Artinya: pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram,
١٠٣
Ayat
يَتَخَـٰفَتُونَ بَيْنَهُمْ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا عَشْرًا١٠٣
yatakhāfatūna baynahum in labith'tum illā ʿashran
Artinya: mereka saling berbisik satu sama lain, "Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sepuluh (hari)."
١٠٤
Ayat
نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا١٠٤
naḥnu aʿlamu bimā yaqūlūna idh yaqūlu amthaluhum ṭarīqatan in labith'tum illā yawman
Artinya: Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, "Kamu tinggal (di dunia), tidak lebih dari sehari saja."
١٠٥
Ayat
وَيَسْــَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّى نَسْفًا١٠٥
wayasalūnaka ʿani l-jibāli faqul yansifuhā rabbī nasfan
Artinya: Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya,
١٠٦
Ayat
فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا١٠٦
fayadharuhā qāʿan ṣafṣafan
Artinya: kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali,
١٠٧
Ayat
لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَآ أَمْتًا١٠٧
lā tarā fīhā ʿiwajan walā amtan
Artinya: (sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana."
١٠٨
Ayat
يَوْمَئِذٍ يَتَّبِعُونَ ٱلدَّاعِىَ لَا عِوَجَ لَهُۥ‌ۖ وَخَشَعَتِ ٱلْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَـٰنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًا١٠٨
yawma-idhin yattabiʿūna l-dāʿiya lā ʿiwaja lahu wakhashaʿati l-aṣwātu lilrraḥmāni falā tasmaʿu illā hamsan
Artinya: Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.
١٠٩
Ayat
يَوْمَئِذٍ لَّا تَنفَعُ ٱلشَّفَـٰعَةُ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَرَضِىَ لَهُۥ قَوْلاً١٠٩
yawma-idhin lā tanfaʿu l-shafāʿatu illā man adhina lahu l-raḥmānu waraḍiya lahu qawlan
Artinya: Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya.
١١٠
Ayat
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِۦ عِلْمًا١١٠
yaʿlamu mā bayna aydīhim wamā khalfahum walā yuḥīṭūna bihi ʿil'man
Artinya: Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
١١١
Ayat
۞ وَعَنَتِ ٱلْوُجُوهُ لِلْحَىِّ ٱلْقَيُّومِ‌ۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا١١١
waʿanati l-wujūhu lil'ḥayyi l-qayūmi waqad khāba man ḥamala ẓul'man
Artinya: Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Maha Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman.
١١٢
Ayat
وَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا١١٢
waman yaʿmal mina l-ṣāliḥāti wahuwa mu'minun falā yakhāfu ẓul'man walā haḍman
Artinya: Dan barang siapa mengerjakan kebajikan sedang dia (dalam keadaan) beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan zalim (terhadapnya) dan tidak (pula khawatir) akan pengurangan haknya.
١١٣
Ayat
وَكَذَٲلِكَ أَنزَلْنَـٰهُ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ ٱلْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا١١٣
wakadhālika anzalnāhu qur'ānan ʿarabiyyan waṣarrafnā fīhi mina l-waʿīdi laʿallahum yattaqūna aw yuḥ'dithu lahum dhik'ran
Artinya: Dan demikianlah Kami menurunkan Alquran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar (Alquran) itu memberi pengajaran bagi mereka.
١١٤
Ayat
فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ‌ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ‌ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا١١٤
fataʿālā l-lahu l-maliku l-ḥaqu walā taʿjal bil-qur'āni min qabli an yuq'ḍā ilayka waḥyuhu waqul rabbi zid'nī ʿil'man
Artinya: Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Alquran sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku."
١١٥
Ayat
وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًا١١٥
walaqad ʿahid'nā ilā ādama min qablu fanasiya walam najid lahu ʿazman
Artinya: Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.
١١٦
Ayat
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُواْ لِأَدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ١١٦
wa-idh qul'nā lil'malāikati us'judū liādama fasajadū illā ib'līsa abā
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.
١١٧
Ayat
فَقُلْنَا يَـٰٓــَٔـادَمُ إِنَّ هَـٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ ٱلْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰٓ١١٧
faqul'nā yāādamu inna hādhā ʿaduwwun laka walizawjika falā yukh'rijannakumā mina l-janati fatashqā
Artinya: Kemudian Kami berfirman, "Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.
١١٨
Ayat
إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ١١٨
inna laka allā tajūʿa fīhā walā taʿrā
Artinya: Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang,
١١٩
Ayat
وَأَنَّكَ لَا تَظْمَؤُاْ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ١١٩
wa-annaka lā taẓma-u fīhā walā taḍḥā
Artinya: dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari."
١٢٠
Ayat
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَـٰنُ قَالَ يَـٰٓــَٔـادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ١٢٠
fawaswasa ilayhi l-shayṭānu qāla yāādamu hal adulluka ʿalā shajarati l-khul'di wamul'kin lā yablā
Artinya: Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam! maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
١٢١
Ayat
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٲتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ‌ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ١٢١
fa-akalā min'hā fabadat lahumā sawātuhumā waṭafiqā yakhṣifāni ʿalayhimā min waraqi l-janati waʿaṣā ādamu rabbahu faghawā
Artinya: Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia.
١٢٢
Ayat
ثُمَّ ٱجْتَبَـٰهُ رَبُّهُۥ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ١٢٢
thumma ij'tabāhu rabbuhu fatāba ʿalayhi wahadā
Artinya: Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.
١٢٣
Ayat
قَالَ ٱهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعَۢا‌ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ‌ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ١٢٣
qāla ih'biṭā min'hā jamīʿan baʿḍukum libaʿḍin ʿaduwwun fa-immā yatiyannakum minnī hudan famani ittabaʿa hudāya falā yaḍillu walā yashqā
Artinya: Dia (Allah) berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
١٢٤
Ayat
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ أَعْمَىٰ١٢٤
waman aʿraḍa ʿan dhik'rī fa-inna lahu maʿīshatan ḍankan wanaḥshuruhu yawma l-qiyāmati aʿmā
Artinya: Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."
١٢٥
Ayat
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِىٓ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا١٢٥
qāla rabbi lima ḥashartanī aʿmā waqad kuntu baṣīran
Artinya: Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?"
١٢٦
Ayat
قَالَ كَذَٲلِكَ أَتَتْكَ ءَايَـٰتُنَا فَنَسِيتَهَا‌ۖ وَكَذَٲلِكَ ٱلْيَوْمَ تُنسَىٰ١٢٦
qāla kadhālika atatka āyātunā fanasītahā wakadhālika l-yawma tunsā
Artinya: Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan."
١٢٧
Ayat
وَكَذَٲلِكَ نَجْزِى مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنۢ بِـَٔـايَـٰتِ رَبِّهِۦ‌ۚ وَلَعَذَابُ ٱلْأَخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰٓ١٢٧
wakadhālika najzī man asrafa walam yu'min biāyāti rabbihi walaʿadhābu l-ākhirati ashaddu wa-abqā
Artinya: Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
١٢٨
Ayat
أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ يَمْشُونَ فِى مَسَـٰكِنِهِمْ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّأُوْلِى ٱلنُّهَىٰ١٢٨
afalam yahdi lahum kam ahlaknā qablahum mina l-qurūni yamshūna fī masākinihim inna fī dhālika laāyātin li-ulī l-nuhā
Artinya: Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.
١٢٩
Ayat
وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُّسَمًّى١٢٩
walawlā kalimatun sabaqat min rabbika lakāna lizāman wa-ajalun musamman
Artinya: Dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan (ajal), pasti (siksaan itu) menimpa mereka.
١٣٠
Ayat
فَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ ٱلشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا‌ۖ وَمِنْ ءَانَآىِٕ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ ٱلنَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ١٣٠
fa-iṣ'bir ʿalā mā yaqūlūna wasabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulūʿi l-shamsi waqabla ghurūbihā wamin ānāi al-layli fasabbiḥ wa-aṭrāfa l-nahāri laʿallaka tarḍā
Artinya: Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.
١٣١
Ayat
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٲجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٲةِ ٱلدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ‌ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ١٣١
walā tamuddanna ʿaynayka ilā mā mattaʿnā bihi azwājan min'hum zahrata l-ḥayati l-dun'yā linaftinahum fīhi wariz'qu rabbika khayrun wa-abqā
Artinya: Dan janganlah engkau belalakkan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan pada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
١٣٢
Ayat
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٲةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا‌ۖ لَا نَسْــَٔلُكَ رِزْقًا‌ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ‌ۗ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ١٣٢
wamur ahlaka bil-ṣalati wa-iṣ'ṭabir ʿalayhā lā nasaluka riz'qan naḥnu narzuquka wal-ʿāqibatu lilttaqwā
Artinya: Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
١٣٣
Ayat
وَقَالُواْ لَوْلَا يَأْتِينَا بِـَٔـايَةٍ مِّن رَّبِّهِۦٓ‌ۚ أَوَلَمْ تَأْتِهِم بَيِّنَةُ مَا فِى ٱلصُّحُفِ ٱلْأُولَىٰ١٣٣
waqālū lawlā yatīnā biāyatin min rabbihi awalam tatihim bayyinatu mā fī l-ṣuḥufi l-ūlā
Artinya: Dan mereka berkata, "Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?" Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
١٣٤
Ayat
وَلَوْ أَنَّآ أَهْلَكْنَـٰهُم بِعَذَابٍ مِّن قَبْلِهِۦ لَقَالُواْ رَبَّنَا لَوْلَآ أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولاً فَنَتَّبِعَ ءَايَـٰتِكَ مِن قَبْلِ أَن نَّذِلَّ وَنَخْزَىٰ١٣٤
walaw annā ahlaknāhum biʿadhābin min qablihi laqālū rabbanā lawlā arsalta ilaynā rasūlan fanattabiʿa āyātika min qabli an nadhilla wanakhzā
Artinya: Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Alquran diturunkan), tentulah mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?"
١٣٥
Ayat
قُلْ كُلٌّ مُّتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُواْ‌ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ أَصْحَـٰبُ ٱلصِّرَٲطِ ٱلسَّوِىِّ وَمَنِ ٱهْتَدَىٰ١٣٥
qul kullun mutarabbiṣun fatarabbaṣū fasataʿlamūna man aṣḥābu l-ṣirāṭi l-sawiyi wamani ih'tadā
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk."
Mad
dibaca panjang
Ghunnah
dengung
Ikhfa’
samar
Idgham
melebur
Iqlab
ditukar mim
Qalqalah
memantul
Abu-abu
tidak dibaca
علامات الوقف · Tanda Waqaf
لالا وقفJangan berhenti
سسكتSaktah (jeda singkat)
صلىوصل أولىLebih baik lanjut
جوقف جائزBoleh berhenti atau lanjut
تاموقف تامBerhenti sempurna
✕ممنوعTerlarang berhenti
Quran.com API · terjemahan Kemenag RI · Audio: everyayah.com
Sampul Al-Qur’an